Kekuatan Penjajahan indonesia atas manusia dan wilayah West
Papua ada di dua Alam:
1. Alam Roh dan
2. Alam Fisik.
1.) Penjajahan di Alam fisik kita semua tahu dan telah melihat
sebagaimana dengan fenomena yang ada di Tanah Papua, penjajahan tekanan fisik,
antara lain adalah yg bisa ditatap dengan mata secara lansung;
(a.) Penangkapan terhadap aktifis kemanusiaan disaat aksi
nasional menentang kebijakan-kebijakan, neokolonialisme atau disaat saat
tertentu dengan alasan tertentu kolonial terhadap oap.
(b.) Penembakan terhadap aktifis serta manusia Papua yg dianggap
bersebrangan dgn NKRI disaat aksi solider atau ditempat tertentu karena dengan alasan
alasan tertentu yg berpihak pada NKRI,
(c.) Pengejaran terhadap aktifis kemanusia yg dianggap berbahaya
bagi NKRI, pemukulan kepada aktifis serta OAP yg terasa rasa menentan aturan
sepihak NKRI terlebih disaat aksi solidaritas atau ketika terjadi
konflik-konflik lainya,
(d.) Pembubaran paksa saat aksi solider yg bermartabat berwibawa
dan terpimpin yg dilakukan orang Papua memprotes kejahatan tertentu negara
terhadap OAP.
2.) Penjajahan di Alam Roh, dibagian ini manusia Papua Barat tidak
terasa dan tidak menyadari penjajahan secara Roh yang tidak bisa dilihat secara
langsung:
(a.) Ketika NKRI menginjakan kaki di West Papua diberlakukan
pendekatan pekerjaan di sini banyak roh NKRI yang kawin mengawinkan sampai kini tidak
terasa roh sudah beranak cucu, ini baik, namun OAP tidak menyadari roh
penjajahan terbungkus ke dalam maka berpikir di luar sana tidak apa-apa dan
baik adanya saja.
(b.) Ketika seseorang OAP bersekolah, menempuh pendidikan di sekolah
NKRI mulai tersistem otak bagaimana belajar untuk tahu pengetahuan yg
diajarkan di sekolah tersebut ini tidak buruk, namun di alam roh kita secara tidak
menyadari disetel oleh pengaruh-pengaruh sistem kolonial hingga akhirnya OAP berpikir
saja bahwa selesai sekolah harus merencanakan ini dan itu, akan buat ini dan
itu dalam Negara NKRI, roh inipun sudah beranak cucu sehinga berpikir yang
biasa-biasa saja semuanya.
(c.) Ketika OAP tahu ia mengimani agama tertentu enta agama apa
saja terlebih OAP penganut Kristen di situ ia akan tahu, cintah kasih, cintah
damai, aman tentram, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini barang
hak milik orang lain, lantaran karena rohnya sudah demikian semua jadi lemah,
jadi loyo, nanti Tuhan marah kalau buat ini dan itu,( rohnya jadi roh yg bukan
untuk maju bertindak) ya. boleh mengimani tetapi apa eksennya. Roh lemah lembut
sudah beranak cucu di dalam tubuh OAP jadi semua fenomena berpikir hanya
biasa-biasa saja.
(d.) Ketika OAP menjadi pengikut di organisasi-organisasi NKRI,
apalagi ambil bagian di dalam, semuanya pelang tetapi pasti roh ini beradikal dalam
manusia-manusia OAP sehinga sampai kini sdh beranak cucu sehingga berpikir
realitas ini hanya melihat dengan mata biasa saja.
MARI KITA PERANGI DIA DENGAN RUBA CARA BERPIKIR KITA,
* Manusia Papua Barat harus perangi kedua Roh ini mulai dgn
duduk bertapa kepada alam leluhur dan Tuhan Allah pencipta tanah airmu bumi
West Papua, jika alam bisik bisa maka maju dan lawan.
* Manusia Papua Barat harus perangi dgn merelung renung di manapun
anda berada secara terus menerus, tetapi jangan matikan akal bahwa kita OAP lemah
tetapi OAP kuat, jika sudah terasa bisa harus maju
* Manusia Papua Barat harus berpikir secara akal jangan selalu
dan terus memakai hidup dengan pakai perasaan-perasaan di mana saja. Kita jangan
pakai perasaan nanti kita lemah, Semangat dan Maju,
* Manusai Papua Barat itu bisa, yang omong tdk bisa itu stop. Yang
omong tidak bisa sudah kalah duluan karena pikiran anda seperti itu, manusia
Papua Barat itu selalu bisa, barang apa jadi.
SAMPAI MENANG
Oleh
: KRISTIANUS BADII
https://www.facebook.com/kristianus.yumaibadii/posts/1633017713626493


No comments:
Post a Comment