Latest News

Boudimi News

BOUDIMI NEWS
Showing posts with label OPINI. Show all posts
Showing posts with label OPINI. Show all posts

Friday, 17 March 2023

SUDAH SAATNYA BANGSA PAPUA PULANG KE NEGERINYA MELALUI JALAN LAIN

(Sebuah refleksi singkat perjuangan bangsa Papua yang mengembara dari pangkuan ke pangkuan)

Boudimi News__ Thema Nasional pada Perayaan Natal tahun 2022 adalah 'Pulanglah Mereka ke Negerinya Melalui Jalan Lain'. Thema tersebut diangkat dari bacaan Alkitab yang terdapat dalam Injil Matius 2: 1-12 yang menceritakan kisah orang Majus dari Timur.

Thema itu diambil dari injil Matius Pasal 2 Ayat ke 12 "Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain".  

Tuhan mengutus malaikat kepada para majus dari Timur itu dan memberitahu bahwa Raja Herodes berniat membunuh bayi Yesus yang baru lahir itu, sehingga para majus diberitahu agar pulang ke negerinya melalui jalan lain. 

Selama ini bangsa Papua mengembara dari Pangkuan Belanda, ke Pangkuan Jepang, kembali lagi ke Pangkuan Belanda dan dipaksa masuk ke Pangkuan Indonesia. Selama itu pula bangsa Papua berusaha sekuat tenaga mencari jalan ke luar terbebas dari Padang Derita. 

Tetapi hingga kini bangsa Papua masih berputar putar di Padang Derita tanpa menemukan JALAN ke luar. Kita sudah gunakan TEORI LAMA, STRATEGI LAMA, CARA LAMA dan HIKMAT DUNIAWI, tetapi hingga kini kita belum menemukan JALAN KE LUAR untuk terbebas dari Padang Derita itu. 

Thema natal 2022: "Pulanglah Mereka ke Negerinya Melalui Jalan Lain' ini mengingatkan kepada bangsa Papua yang sudah lama mengembara di Padang Derita selama kurang lebih 60 tahun.

Sudah saatnya bangsa Papua meninggalkan TEORI LAMA, STRATEGI LAMA, CARA LAMA dan HIKMAT DUNIAWI yang membuat kita tidak menemukan JALAN KE LUAR dan terus terpenjara dalam Padang Derita. 

Marilah kita pakai TEORI BARU, STRATEGI BARU, CARA BARU dan HIKMAT BARU dari Tuhan. Semua cara lama yang kita pakai selama ini tidak memberi solusi bagi bangsa Papua untuk terbebas dari kurungan Padang Derita itu.

Sudah lama 60 tahun para tokoh Papua keliling dunia mencari pertolongan, tetapi dunia tidak segera datang menolong kita. Mengapa? Karena dunia hanya mencintai EMAS Papua (Sumber Daya Alam Papua), sedangkan MAS Papua (orang asli Papua) tidak dicintai, malah justru dibantai bagai binatang. 

Jangan kita terus berharap kepada dunia, karena hingga sampai saat ini negara negara di dunia sudah lama bersekutu dengan Negara Indonesia untuk melumpuhkan dan membasmi bangsa Papua melalui kerjasama bilateral dan multi lateral dalam berbagai bidang, kecuali negara Vanuatu dan negara tertentu lainnya.

Setelah kita malang melintang mengembara 6 dekade lebih di Padang Derita, Tuhan Allah sudah mengutus malaikat-Nya dan Roh Kudus untuk menyampaikan kehendak dan rencana Tuhan. Kita bersyukur bahwa masih ada orang Papua yang dipilih Tuhan sebagai alat-Nya untuk menyampaikan Visi Misi Tuhan tentang masa depan bangsa Papua menjelang akhir zaman.

Marilah kita pulang kembali ke negeri Tanah Suci Papua melalui TEORI, STRATEGI, CARA dan HIKMAT dari Tuhan. Tentang hal itu kami dari Jaringan Doa Rekonsiliasi untuk Pemulihan Papua (JDRP2) sudah merumuskan dalam sebuah buku yang berjudul: 'BERGULAT MENUJU TANAH SUCI PAPUA' setebal 334 halaman (buku itu sedang dijual, jika ada yang berminat). 

Buku itu kami tulis dituntun Roh Kudus dan sudah diluncurkan pada tanggal 1 Desember 2020 di Aula Asrama Tunas Harapan di Jayapura, sekaligus mengumumkan "Deklarasi Pemulihan Bangsa Papua Lahir Baru di Dalam Tuhan" sebagai dasar hukum berdirinya "Kerajaan Transisi Papua" atas kehendak dan perintah Tuhan.

Tak ada jalan lain untuk bangsa Papua terbebas dari Padang Derita, kecuali melalui JALAN yang Tuhan sudah buka ini yang sedang dikawal oleh JDRP2. Anda percaya atau tidak percaya, Anda terima atau tidak terima, camkanlah bahwa PINTU DUNIA bagi bangsa Papua sudah tertutup rapat. Hanya PINTU TUHAN yang sudah terbuka lebar. 

Marilah kita bersatu mengikuti JALAN yang Tuhan sudah buka itu; "Sudah saatnya bangsa Papua pulang ke negeri Tanah Suci Papua melalui JALAN LAIN yang Tuhan sudah buka itu yang sedang dikawal oleh JDRP2'. 

Ketika TAK ADA JALAN KE LUAR, Tuhan masih memberi kita JALAN KE LUAR dari PADANG DERITA menuju ke TANAH SUCI PAPUA. Untuk itu, marilah kita melengkapi prasyarat yang Tuhan Allah minta kepada setiap kita, yaitu BERTOBAT dari salah dosa, BERDAMAI dengan siapapun sekalipun musuh, dan BERSATU di dalam kehendak Tuhan yaitu 'Kerajaan Transisi Papua'.

Sesuai petunjuk Tuhan bahwa hanya orang BERTOBAT yang lahir baru di dalam Tuhan yang akan diizinkan Tuhan memasuki Tanah Suci Papua (Eden Papua) untuk menikmati susu madu yang melimpah.

Mari kita terlebih dahulu melaksanakan kehendak Tuhan, dengan demikian kita menyenangkan hati Tuhan; Maka Allah akan memberi apa yang kita rindukan; Seperti ada tertulis dalam kitab Injil Matius 6:33 "... carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu".

Bayi PAPUA sudah lahir pada 19 Oktober 1961 yang diumumkan secara resmi pada 1 Desember 1961. Tetapi ibu kandungnya PAPUA dipaksa nikah siri dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selama ini NKRI berusaha sekuat tenaga untuk membunuh anak PAPUA itu, tetapi ibunya sembunyikan dia sehingga anak itu sudah besar. 

Sudah lama anak PAPUA bersama ibunya mencari jalan ke luar dari Padang Derita. Marilah kita membawa ke luar anak PAPUA yang sudah dewasa itu bersama ibunya melalui JALAN yang Tuhan sudah buka yang sedang dikawal oleh JDRP2.

Akhirnya: "Bagi Tuhan tak ada yang mustahil. Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar". 

Jayapura - Papua: Jumat, 17 Maret 2023

Oleh: Selpius Bobii, Koordinator Jaringan Doa Rekonsiliasi untuk Pemulihan Papua (JDRP2), Nomor Kontak 081343432699.

Wednesday, 24 August 2016

AKAL TAK SEHAT BAGI KAUM WANITA


Boudimi News, Kehidupan manusia bagi kaum wanita di atas muka Bumi Cenderawasih Papua ini realitasnya sangat disayangkan karena mereka sendiri tak sadar bahwa dirinya manusia yang mempunyai akal budi yang diciptakan oleh TUHAN untuk beranak cucu di atas Bumi Cenderawasih Papua namun mereka tak sadar untuk membunuh anak kandungnya sendiri yang diciptakan oleh Tuhan.

Kaum wanita baik yang telah  berkeluarga maupun yang belum berkeluarga akal budinya yang sangat memalukan bagi manusiawi karena yang telah berkeluargapun banyak yang telah mengikuti Program Keluarga Berencana (KB) yang telah dilontarkan oleh Kolonial NKRI di atas Bumi Cenderawasih Papua untuk mengurangi dan membunuh orang Papua. Alasannya bagi kaum wanita yang telah mendapat pekerjaan dirinya sudah bekerja di kantor atau mengajar di sekolah/kampus sehingga kebanyakan telah mengikuti KB. Kaum wanita yang belum bekerjapun telah mengikuti KB sehingga budi jahatnya yang sama.

Bagi kaum wanita yang belum berkeluargapun telah membunuh anak kandungannya dengan tangannya sendiri maupun dengan tangan temannya atau orang lain sehingga anak yang telah mengandungnya mati di dalam kandungannya maupun lahir dengan bernyawa tetapi di buang seperti binatang atau hewan di tempat sampah atau di kali atau tempat yang mereka inginkan.

Tolonglah bagi kaum wanita apabila anda mempunyai akal budi yang sehat yang diciptakan oleh Tuhan dengan tangan-Nya dengan tujuan TUHAN untuk beranak cucu dan bertambah banyak di tempatkan di atas Bumi Cenderawasih Papua sadarlah bahwa anda telah lakukan hal yang demikian telah membunuh seribu nyawa di depan mata TUHAN yang selalu mengawasi orang baik dan jahat.

Oleh sebab itu sadarlah bagi kaum wanita yang telah berkeluarga maupun yang belum berkeluarga apabila anda telah bersetubuh dengan salah satu kaum pria maka anda telah bersedia atau menyepakati untuk menerima anak yang akan di ciptakan oleh TUHAN. Oleh sebab itu jaga dan peliharalah anak anda yang akan  mengandung, karena itulah permintaan kepada Tuhan. Tuhan menciptakan Bumi Cenderawasih Papua ini tanah yang luas, kaya raya kepada Orang yang hitam dan berambut keriting untuk beranak cucu dan bertambah banyak sampai pada Hari Kiamat.

Penulis : Admin

Friday, 5 August 2016

DIHIMBAU, TIDAK MENERIMA PELAYANAN MEDIS OLEH TNI/PORLI



Boudimi News, Dalam hal kesehatan yang menjamin pada masyarakat biasanya di lakukan oleh tim medis seperti Dokter , suster , mantri dan para pelayan Masyarakat hingga pelayanan yang mereka lakukan kadang dapat menyembuhkan kesehatan masyarakat tetapi kadang bagi lain hanya diberi obat perpanjangan usia lalu kemudian hari meninggal .


Anehnya pada saat-saat ini Anggota yang tugasnya  pembunuh manusia, kini menjadi petugas kesehatan padahal ini bukanlah tugas mereka tetapi mereka mulai berjalan dari satu rumah ke rumah lain.

Ada apa yang sebenarnya dibalik pelayanan yang sedang mereka lakukan ini , namun saat para anggota mulai beroperasi mewakili medis disetiap perkampungan Papua Barat.

Mulailah meningkat juga angka kematian dari pada kelahiran, ibu - ibu yang masih mencukupi umur untuk mencari generasi pun dilarang dan diberi obat KB dan ada pula diberi obat untuk membunuh sel telur pada rahim sang ibu agar suatu kelak ia tak dapat menaruh anak lagi namun bagi laki-laki di beri dan disuntik obat kematian yang berjangka panjang hingga dikemudian setelah 2-3 tahun hilanglah nyawa mereka.


Semua ini yang dilakukan oleh anggota guna menghabiskan populasi orang Papua Barat dalam beberapa bulan/tahun sesuai dengan prediksi dan perencanaan mereka , maka teman- teman mohon sarankan kepada bapak ibu saudara saudari agar jangan menerima pelayanan ini , Lebih baik kita mati karena berjuang di atas negeri  West Papua ini daripada mati menjadi budak Negara Indonesia.

Oleh : Eman Amoye Umagi

Sunday, 19 June 2016

TOKOH MUHAMMADIYAH AMIEN RAIS: PAPUA PASTI AKAN "MERDEKA"





Oleh: Prof Amien Rais 

Tabloid-Wani, OPINI -- Prof Amien Rais, tokoh Muhammadiyah yg juga mantan ketua MPR RI dalam wawancara dengan Metro Tv diacara Kick Andy, empat tahun lalu, menyampaikan pengamatannya terkait pergerakkan Papua merdeka. Prof Amien mengatkan, ia sudah menjelajahi internet dan menemukan perkembangan yg signifikan tentang perjuangan Papua merdeka dan mencapai kesimpulan bahwa Papua akan lepas dari Indonesia. 

Kesimpulannya itu didasarkan pada empat hal: Persoalan Papua sudah menjadi persoalan negara-negara Afrika Perjuangan Papua memiliki jaringan kerja yg hebat. Mereka memiliki intelektual networking dari sydney sampai Harvard, Cambrigde, dll Jika isu Papua dapat dibawah sampai ke komisi dekoloniasasi PBB maka indonesia sudah tak bisa buat apa-apa Jika Aceh bisa memakai pihak ke tiga, jika Tim-Tim bisa referendum mengapa, Papua tidak. 

Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Prof. Dr. Adnan Buyung Nasution, seorang pakar hukum, Advokad dan aktifis, yang baru saja meninggal pada September tahun lalu. Menyatakan bahwa Papua lama atau cepat pasti akan merdeka. Karena Indonesia gagal merebut hati orang Papua. Alasannya memang praktis sekali, mungkin ini berhubungan dengan tugas-tugasnya sebagai seorang pengacara yang sering membela orang lemah. Kawan karib dari Pdt Yusuf Ronni ini, adalah pribadi yg dikenal tidak hanya oleh kalangan elit tetapi juga wong cilik. Apa yg disampaikan Amin Rais tentang dukungan negara-negara Afrika itu benar. Sebagaimana kita tahu bersama bahwa Benny Wenda telah mendapat sambutan yg luar biasa dalam kunjungannya ke Ghana atas undangan resmi Pemerintah Ghana untuk menghadiri ulang tahun negara tersebut.

Setelah itu Benny diwawancara live selama 1 Jam di TV 3 untuk menjelaskan perjuangannya bagi rakyat Papua. Dukungan sebelumnya juga sudah datang dari Uskup Desmon Tuttu dan keluarga Nelson Mandela di Afrika Selatan. Minggu ini Isu Papua akan dibahas dalam pertemuan Afrika, Caribia dan Pasifik (ACP) pada di Brussel untuk dibawakan pada pertemuan bersama Parlemen Uni Eropa pada oktober mendatang. Pasti Merdeka.








Thursday, 21 April 2016

SADAR DENGAN KELAKUAN KOLONIAL

  Oleh Daniel B. Badii
 
Hidup ini bukan kebetulan suatu norma hidup manusia yang tidak terhenti-henti. Semenjak “Tuhan menciptakan langit dan bumi, serta segala isinya”, segala aktivitas manusia di dunia ini telah Tuhan berikan pikiran dan hak pendapat yang berbeda-beda untuk melakukan berdasarkan hak seseorang di negrinya.
Setiap orang hidup di dunia ini berhak bertindak sebagai psikologi bangsa yang ketinggalan di bawah kekerasan bangsa yang memiliki nilai dan hak wewenang penuh yang tidak menghalangi kepada pihak manapun. Harus direfleksi, mengapa saya ada di negeri ini, saya berasal dari mana, saya akan kemana dan tugas saya sebagai apa?
Seperti karakter Aktor Marting Luther King Jr, 1929-1968, pemenang Nabel Perdamaian AS menuturkan, “Hidup ini berakhir ketika banyak orang diam melihat tindakan yang terjadi depan mata.” Aktor-aktor di negeri ini membawa peran yang berbeda-beda dari dirinya, dengan harapan berhasil baik.
Namun, satu pertanyaan yang kita ketahui, negeri ini sebagai agrobisnis dalam dua kelompok.  Pertama, jual harga diri kepada bangsa lain. Kedua, hidup di negeri ini dengan hasil usaha (susah payah) sendiri. Dua hal ini menjadi kendala dalam bangsa dengan berbagai kekacauan musuh. Di mana, haluan jangan selalu dibungkam. Hidup di dunia ini harus bertindak sesuai konteksnya masing-masing di atas negeri yang penuh dengan kekerasan. Kita haruslah menyadari, bahwa hidup sebagai bangsa harus mengedepankan hak bertindak demi Negeri Cenderawasih kita.
Mengapa biarkan jejak mereka yang begitu bangkitkan hakikat martabat Orang Asli Papua (OAP) melalui dedikasi berbagai macam perjuangan? Salah satunya lirik lagu Mambesak berjudul “Ainari Besaya”, “Lenso Inoni”, “Metemani”, “Muman Mingil”, “Nuru Aipani”, dll. Sejarah mereka selalu abadi. Di mankah wajah mereka? Mereka hadir melalui lagu himne. Seakan anak, cucu, serta generasi penerus tidak akan mengenal mereka lagi karena tidak ada jejak zaman ke zaman yang sedang berlalu ini. Akan menjadi apa negeri yang penuh harapan ini?
Sadarlah dengan kelakuan kolonial. Kami sebagai salah satu bangsa ciptaan Tuhan, kini amunisnya berkobar-kobar di atas negeri Cenderawasih dengan kekerasan, pembunuhan, pemerkosaan, dls. Kapan dan di mana kami bercampur tangan dengan hak bangsa kolonial? Mengapa harapan kami dibungkam dengan segala kekerasan yang tidak adil? Hak kami harus terwujud sampai bangsa menjadi bebas dari berbagai tindakan ini.
*) Penulis adalah Mahasiswa Papua, kuliah di Jayapura Papua

Thursday, 15 October 2015

MARI JADIKAN MEDIA SOSIAL TEMPAT BERJUANG DAN TEMPAT KITA MENGADU NASIB BANGSA PAPUA BARAT.




MARI JADIKAN MEDIA SOSIAL TEMPAT BERJUANG DAN TEMPAT KITA MENGADU NASIB BANGSA PAPUA BARAT.

Dengan tertutupnya ruang demokrasi Bagi rakyat Papua, Mentup akses bagi wartawan Asing, diskriminasi dalam publikasi Informasi di media cetak maupun media elektronik kolonial indonesia dan pelarangan peliputan terhadap wartawan lokal asli papua Media sosial sangat penting menjampaikan informasi yang benar akurat kepada dunia atas pelanggaran HAM dan Genosida di Papua Barat, yang dilakukan oleh kolonial Indonesia di Papua Barat.
Karena semua ruang dibatasi, suara rakyat Papua selalu dibungkam oleh negara demi mempertahankan kolonialismenya di Papua Barat.

Maka Mengunakan Media Sosial sangat berguna untuk mengetahui segalah seuatu yang belum pernah ketahui sebelumya dan Menamba ilmu penegetahuan yang kita tidak pernah terima dari sitem pendidikan kolonial Indonesia selama 54 Tahun. banyak Hal yang belum kita pelajari masih sekolah SD sampi di kulia. mengunakan edia sosial sangat bermanfaat juga untuk membagikan berbagai Informasi dan peristiwa yang terjadi di belahan dunia . Mengunakan media sosial juga bagian dari pendidikan Non formal.

Selain sangat berguna juga untuk orang papua karena kita bisa mengetahui apa peristiwa apa yang terjadi di tanah Papua Dari sorong sampai merauke. oleh karena itu mari kita gunakan media sosial seperti FB dengansatu tujuan yang jelas, dan melalui media sosial mencerdaskan sesama akan Papua.

Maka kepada seluruh teman -teman penguna FB jangan kita jadikan media sosial tempat pelampiasan emosi dan baku marah, dan Juga jangan kita jadikan FB sebagai tempat gosip sesama anak papua.

Mari kita menjadikan media sosial tempat menimpah ilmu tetapi juga sangat berguna untuk membagikan informasi yang harus diketahui oleh orang Papua.

Selain itu FB bukan hanya bermanfaat untuk kita pengguna Facebook Twiteer, Intagram, Google dan media sosial lainya, bermanfaat juga untuk orang lain yang belum pernah mengunakan internet. Jadi kewajiban kita sebagai orang Papua setelah kita mengetahui segalah sesuatu yang menjadi ancaman terhadap orang Papua harus kita sampaikan kepada mereka yang hari ini terlena dalam Hegemoni kolonial indonesia di tanah Papua.

Jika kita mengunakan Inetnet dan Media sosial hanya untuk tempat cari jodoh, tempat kita melampiaskan emosi, dan tempat kita menonton filem yang mengandung seks dan tempat kita ngobrol dengan Pacar kita, berrati hidup kita dan waktu yang kita gunakan di media sosial tidak berguna, bagi orang lain, maka sisia kita gunakan internet.

Kepada aktvis Papua Merdeka di tanah air sorong sampai merauke bahwa, kita yang selalu memakai internet dengan memiliki berbagi akun media sosial jangan kita sia-siakan waktu dan kesempatan yang anda gunakan media sosial, tepi gunakanlah media sosial untuk memberikan kontribusi terhadap Parjuangan Papua Merdeka. Demi selamatkan Manusia Ras Melanesia di Papua Barat saat ini menuju kepunahan(GENOSIADA).
Diam tunduk dibawah kaki kolonial indonesia dan jadi penghianat atau kita bangkit melawan kolonial indonesia dengan memanfaatkan peluang yang ada di depan mata kita ? PR yang harus kita jawab bersama sebagai aktivis yang selalu mengunakan media sosial dengan internet. ini satu bagian tantangan terhadap saya dan teman-teman pengguna media sosial.
By: Nesta Ones Suhuniap.

Sumber : http://suarawiyaimana.blogspot.co.id/2015/10/mari-jadikan-media-sosial-tempat.html


Tuesday, 13 October 2015

ORANG ASLI PAPUA (OAP) HARUS PERANGI DUA ROH INI


Kekuatan Penjajahan indonesia atas manusia dan wilayah West Papua ada di dua Alam:
 1. Alam Roh dan
2. Alam Fisik.

1.) Penjajahan di Alam fisik kita semua tahu dan telah melihat sebagaimana dengan fenomena yang ada di Tanah Papua, penjajahan tekanan fisik, antara lain adalah yg bisa ditatap dengan mata secara lansung;

LEMAHNYA KECERDASAN MELAHIRKAN KEKERASAN DI PAPUA

Korban penembakan di Paniai, Senin 8 Desember 2014. Foto: Dok. MS.

Menyimak rangkaian tindakan kekerasan yang telah terjadi di Papua, kiranya perlu banting stir kekerasan dan berhenti sejenak

Tuesday, 6 October 2015

MAMA BERJUANG DEMI ANAK MELAWAN KEMISKINAN

foto ilustrasi

Terimakasih Mamaku ( Peyaibeu Noukai ) perangnya.

Hidup bagiku adalah sebuah perjuangan melawan kemiskinan. Aku lakukan semua, demi menghidupi keluargaku.
Kesibukan di pasar inilah, menjalani setiap hari. Ya maklum, aku sendiri berada di tengah-tengah suasana melawan kemiskinan.

Tiap paginya, MAMAKU mencari sayuran, di Kebun untuk mensisikan anak ia penuh harapan . Karena di tempat itulah, kebanyakan sampai menjadi melawan kemiskinan Terimakasih Mamaku (Noukai Peyai beu).

Tiada terik mata hari ia selalu merasakan , membuang pikirannya ia selalu kesibukan pekerjaan tetapi tak lepas membujuk anaknya (NOUKAI). PERANANNYA
Dengan banyak modal pikiran kepada buah hati yang selalu ia garis bawahi.

Aku berjalan menyusuri di depan ibu antara ayah, sambil bermain. Di sini aku biasa bermain, kenangan yang tergambar malam hari dipucuk daunan yang simpan menemani malam hari bersama cinta aku sempat bernyanyi lagu yang berjudul KI WADOWE PUTEI KI NAMUGAIYE. LAGU BERMAKNA BAGIKU walau jau terlepeh lautan api.


Sumber : https://www.facebook.com/john.pigai?fref=nf


Thursday, 10 September 2015

HANYA PAPUA MERDEKA YANG MAMPU SELAMATKAN HIDUP BANGSA PAPUA


Jayapura, MAJALAH SELANGKAH -- Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Victor F. Yeimo, menghimbau bangsa Papua di mana pun berada untuk tetap fokus pada perjuangan kemerdekaan

INI SAATNYA, TUNJUKKAN TEKAD MERDEKA!

Foto ilustrasi. Ist.

Pasifik telah bangun! Mata Melanesia telah tertuju kepada Papua Barat (Provinsi Papua dan Papua Barat bentukan kolonial Indonesia).

FOLLOW VIA FACEBOOK

HAK

"BAHWA SESUNGGUHNYA KEMERDEKAAN ITU IALAH HAK SEGALA BANGSA"

RECENT POST